Jangan Berhenti Belajar


SEJARAH HAKEKAT DAN RUANG LINGKUP
Januari 9, 2009, 3:12 am
Filed under: Sejarah

Sejarah sama sekali bukan bidang studi
 melainkan sebuah rumah yang didiami
 oleh semua bidang studi (Trevelyan)

Geneologi Pengertian Sejarah
 Pandangan Trevelyan di atas menarik rasa keinginan tahu kita tentang apa itu sejarah. Sejarah dalam konteks ini dapat dikatakan sebagai  “datu “ ,” ibu “ atau “induk” dari ilmu sosial. Kata sejarah berasal dari bahasa Arab asyajara berarti terjadi, syajarah berarti pohon, syajarahan- nasab berarti pohon silsilah.; apabila dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris history yang berasal dari bahasa Latin dan Yunani historia. Dalam bahasa Yunan disebut istoria, sedangkani dalam bahasa Latin disebut histoire. Kata historio ketika dipergunakan oleh para ilmuwan dari Ionia (salah satu provinsi Yunani di Asia Muka), seperti Hecatheus 500 SM. Menggunakannya untuk merujuk hasil penelitian tentang  gejala /keadaan alam di kawasan yang sudah dihuni oleh manusia.. Kemudian, Herodotus yang dikenal sebagai Bapak Sejarah — karyanya  tentang; Perang Parsi menarasikan  gejala alam akan tetapi karyanya lebih cenderung menarasikan kombinasi antara geografi dan etnografi sebagai latar belakang tentang Perang Parsi.
Dalam perkembangan selanjutnya, kata latin  scientie (yang kurang lebih sama artinya dengan historia) lebih sering digunakan untuk menyebutkan upaya ilmiah  mengenai gejala alam daripada historia. Sejak saat itu kata  historia cenderung digunakan untuk telaahan logis tentang kronologis  fenomena manusia di masa lampau.
Dalam mencari arti tentang difinisi  sejarah pada masa kekinian ada begitu banyak yang dimunculkan oleh para sejarawan.  Burckhardt mendifinisikan sejarah sebagai catatan tentang suatu massa yang ditemukan dan dipandang bermanfaat  oleh generasi berikutnya. Marc Bloch menyebutkan, bahwa sejarah merupakan ilmu tentang manusia dalam rentang waktu. H.G. Wells berpendapat, bahwa sejarah manusia merupakan  sejarah tentang gagasan. E.H. Carr menyatakan, bahwa sejarah merupakan dialog  tanpa akhir antara masa sekarang dengan masa lampau.
Konsep sejarah dewasa ini semakin  ilmiah dan konprehensip. Sejarah diartikan bukan saja  sekedar rangkaian peristiwa melainkan lingkaran peristiwa yang terentang dalam lilitan benang-benang gagasan. Dalam arti yang sederhana, gagasan yang dimaksud merupakan dasar dari semua tindakan dan berada di belakang setiap kejadian sehingga peristiwa itu dianggap penting. Gagasan atau ide  merupakan motor  untuk memotivasi manusia dalam mencapai apa yang digagaskan, sesuai denga jiwa zaman, Menarik juga dicermati pendapat Kuntowijoyo tentang sejarah. Hematnya  sejarah adalah rekonstruksi masa lampau. Rekonstruksi itu meliputi apa saja yang sudah dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami oleh umat manusia. Rekonstruks sejarah  adalah produk subyektif dari sebuah proses pemahaman intelektual yang dilambangkan dalam simbol-simbol  kebahasaan (narasi sejarah)  dan dapat berubah dari waktu ke waktu dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu orang ke orang lain, begitulah kata  fay, Pomper and Van yang saya kutip dari orasi ilmiahnya  Bambang Purwanto.
Dalam arti lain kata sejarah dengan tiga konsep yang berhubungan tetapi memiliki perbedaan yang jelas:
a. Peristiwa masa lampau, aktualitas masa lampau;
b. Catatan kejadian masa lampau
c. Proses atau teknik pembuatan sejarah.
Dalam konteks ini kata sejarah secara tidak langsung menyatakan salah satu dari tiga hal yakni:
a. Penyelidikan
b. Obyek peneltian
c.Catatan dari hasil-hasil penyelidikan yang berkaitan dengan c, a dan b di atas.
Beberapa pendapat para ilmuwan tentang sejarah sengaja diajukan pada halaman diatas, dengan maksud agar dapat membantu memahami hakekat sejarah.

Hakekat Sejarah
 Sejarah merupakan  ilmu yang mengakaji manusia dalam rentang waktu. konsep waktu dalam  konteks ini meliputi (1) perkembangan, (2) kesinambungan, (3) pengulangan,  dan (4) perubahan.
Perkembangan terjadi apabila berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk ke bentuk lain tanpa ada pengaruh dari luar yang menyebabkan pergeseran. Contohnya perkembangan masyarakat dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.
Kesinambungan ini terjadi ketika suatu masyarakat baru dengan melakukan adopsi lembaga-lembaga lama. Kolonialisme adalah kelanjutan dari patrimonialisme.
Pengulangan merupakan peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau terulang kembali. Perubahan terjadi ketika masyarakat mengalami pergeseran karena pengaruh dari luar.

Sejarah—Ilmu atau Seni
Debat tentang sejarah sebagai ilmu atau seni sampai saat ini masih berlanjut. John B. Burry sejarawan Inggris dalam pidatonya meyebutkan, bahwa sejarah benar-benar  ilmu pengetahuan tidak lebih tidak kurang. Kemudian Harold W.F Temperley menyangkalnya, ia menyebutkan, “ gagasan tentang sejarah itu adalah ilmu pengetahuan sudah lenyap.”
Argumentasi pendukung sejarah sebagai ilmu, sebagai berikut:
 Emperis
 Mempunyai obyek
 Mempunyai generalisasi
 Sejarah mempunyai metode seperti ilmu-ilmu lainnya.
 Sejarah berupaya menjelaskan kebenaran, keadaan yang sebenarnya melalui metode dan metodeloginya.
 Apabila  sejarah dibandingkan dengan ilmu-ilmu eksak, maka jelas tidak dapat, sebab memang berbeda  paradigmanya.  Pada umumnya ilmu eksak mengkaji fakta yang secara langsung dapat dicermati dan dapat diuji dengan percobaan. Sementara penelitian sejarah  dilakukan dengan meneliti tinggalan-tinggalan masa lampau yang terdapat pada  sumber tulis, sumber lisan, foto, audio, ruang fisik, dan ruang simbolik.
Sejarah secara konvensional dikelompokan ke dalam ilmu sosial, yaitu disiplin yang berkenaan dengan manusia dalam hubungan sosial, seperti antropologi, sosiologi, ekonomi dan sebagainya.
Ketika revolusi rasional melanda dunia pemikiran, maka banyak pemikir cenderung menggunakan metode dan teknik ilmu alam dalam memahami realitas. Metode  dan teknik ilmu alam saat itu juga mewarnai ilmu sosial. Habermas membagi ilmu sosial dengan tiga paradigma. Pertama, paradigma instrumental knowledge atau paradigma positivis. Positivisme pada dasarnya adalah ilmu sosial yang dipinjam dari pandangan, metode dan teknik ilmu alam untuk memahami realitas manusia. Positivis berasumsi, bahwa penjelasan tunggal bersifat universal, artinya cocok untuk  semua, kapan saja, dimana terjadi fenomena sosial. Positivisme  sangat yakin, bahwa penelitian  sosial harus didekati dengan metode ilmiah yang obyektivitas, netral dan bebas nilai. Pengetahuan selalu menganut hukum ilmiah yang bersifat universal, prosedur harus dikuantifikasi dengan diverifikasi dengan metode scientific atau ilmiah.
Kedua adalah paradigma interpretatif. Paradigma interpretatif sangat diwarnai oleh aliran hermeneutic knowledge yang sering disebut dengan paradigma interpretativ, yaitu penelitian sosial khususnya ilmu-ilmu sosial diarahkan untuk memahami. Dasar filsafat paradigma ini adalah phenomenology dan hermeneutics yaitu filsafat yang menekankan minat untuk memahami. Jargon yang sering digunakan oleh pendukung paradigma ini adalah  “biarkan fakta bicara atas namanya sendiri ‘Ketiga adalah paradigma kritik atau critical emancipatory knowledge. Paradigma kritis memperjuangkan pendekatan yang bersifat holisitik, serta menghindari cara berpikir deterministik dan reduksionistik. Paradigma kritik menganjurkan agar realitas sosial dilihat dalam perspektif kesejarahan.
Sejarah juga bukan sastra, begitulah kata Kuntowijoyo. Hematnya, paling tidak ada 4 hal yang membedakan sejarah dengan sastra: (1) cara kerja, (2) kebenaran; (3) hasil keseluruhan dan (4) kesimpulan.
Sejarah dapat dikatakan seni, menurut  sejarawan India Kochhar adalah karya sejarah memuat keutuhan, keserasian dan kebenarannya tidak dapat dipisahkan dari penjelasannya yang nyata dan gamblang tentang bagian-bagiannya. Dalam bahasa lain, sejarah juga membutuhkan intuisi, emosi, dan gaya bahasa sebagaimana seni.
Kochhar juga menadaskan, bahwa sejarah merupakan ilmu sosial dan seni yang di dalamnya mencakup fleksibilitas, kemajemukan,  dan daya tarik yang sangat tinggi.

Penelitian Sejarah
 Di atas telah diwartakan bahwa  sejarah tidak kurang tidak lebih adalah  sebuah ilmu yang  di dalamnya terdapat metode. Metode sejarah didifinisikan sebagai pokok sisitematis asas-asas dalam mengumpulkan sumber-sumber sejarah, menilainya dengan kritis dan menyajikan hasil yang dicapai dari sintesis, begitu pendapat Garraghan tentang metode sejarah. Ada tiga pokok utama pada metode sejarah, yaitu: (1) heuristik, (2) kritik, (3) pernyataan formal dari penemuan heuristik dan kritik. Kuntowijoyo memberikan langkah kerja utama dalam penelitian sejarah yang banyak digunakan oleh sejarawan di Indonesia. Langkah-langkah itu menliputi, (1) pemilihan topik, (2) heuristik, (3)verivikasi (kritik sejarah dan keabsahan sumber), (4) interpretasi (analisis dan sintesis), dan (5) sintesis.

Kegunaan Ilmu-ilmu Sosial untuk Sejarah
 Penggunaan ilmu sosial dalam penelitian sejarah di Indonesia dimulai oleh Sartono Kartodirdjo dalam desertasi yang  pada tahun 1980an diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berjudul Pemberontakan Petani Banten 1888.  Ilmu-ilmu itu meliputi, sosiologi,  politik, antropologi, demografi, ekonomi dan lain sebagainya. Adapun penggunaan  ilmu sosial mencakup  (1) konsep, (2) teori, (3)  permasalahan dan (4) pendekatan.
Patut diperhatikani, tanpa ilmu-ilmu sosial, sejarah juga dapat ditulis dengan baik.  Karya Taufik Abdullah, Schools and Politics: The kaum Muda Movement in West Sumatera (1927-1933) merupakan salah satu sejarawan yang tidak mempergunakan ilmu-ilmu sosial dalam karyanya itu.

Guna Sejarah

Kuntowijoyo berpendapat, bahwa sejarah berguna secara intrinsik dan ekstrinsik. Secara intrisik, sejarah berguna untuk sebagai pengetahuan. Secara intrisik, yaitu (1) sejarah sebagai ilmu, (2) sejarah sebagai cara untuk mengetahui masa lampau , (3)  Sejarah sebagai pernyataan pendapat dan (4) sejarah sebagai profesi.
Secara ekstrinsik, sejarah dapat digunakan sebagai  liberal education untuk mahasiswa, yaitu; (1) moral; (2) penalaraan; (3) politik; (4) kebijaksanaan; (5) perubahan; (6) masa depan; (7) keindahan dan (4) ilmu bantu. Selain sebagai pendidikan, sejarah berfungsi sebagai (9) latar belakang; (10) rujukan dan (11) bukti.

Sasaran, Tujuan dan Nilai
 Guna sejarah seperti yang dikemukakan  oleh Kuntowijoyo akan menjadi  komprehensip apabila disandingkan dengan pendapat S.K Kochhar  tentang sasaran, tujuan dan nilai sejarah. Hematnya, berikut:

1. Mengembangkan pemahaman tentang diri sendiri.
2. Memberikan gambaran yang tepat tentang konsep waktu, ruang, dan masyarakat.
3. Membuat masyarakat mampu mengevaluasi nilai-nilai dan hasil yang telah dicapai oleh generasinya.
4. Mengajarkan toleransi.
5. Menanamkan sikap intelektual.
6. Memperluas cakrawala intelektualitas.
7. Mengajarkan prinsip-prinsip moral.
8. Menanamkan orientasi ke masa depan.
9. Memberikan pelatihan mental.
10.Melatih siswa menangani isu-isu kontroversial.
11.Membantu mencarikan jalan keluar bagi berbagai masalah sosial dan perseorangan.
12.Memperkokoh rasa nasiomalisme.
13.Mengembangkan pemahaman internsional.
14.Mengembangkan keterampilan-keterampilan yang berguna.

Sasaran Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah
Ketika sejarah diajarkan di SMA maka sasarannya menurut Kochhar sebagai berikut:

1. Memberikan pemahaman tentang tahap-tahap perkembangan masyarakat Indonesia dari abad ke abad.
2. Menumbuhkan penghargaan terhadap berbagai komponen budaya Indonesia dan bangga terhadap hasil yang telah dicapai oleh masyarakat Indonesia di berbagai wilayah.
3. Menumbuhkan pemahaman kritis tentang masa lalu, sehingga para siswa dapat terbebas dari prasangka yang irasional dan fanatik, pikiran sempit dan komunalisme, dan mencerahkannya dengan pemikiran ilmiah dan berorientasi ke masa depan.
4. Mengembangkan penghargaan terhadap kebudayaan Indonesia yang campur baur, kekayaan dana keragamannya, serta proses perkembangan yang dilaluinya, yaitu proses perubahan internal dalam kebudayaan Indonesia, interaksinya dengan kebudayaan lain, dan pengaruh kebudayaan lain.
5. Mengembangkan kemampuan untuk mengkaji masalah-masalah kontemporer masyarakat Indonesia dalam persfektif sejarahnya.
6. Memajukan studi tentang sejarah perkembangan Indonesia dan kaitannya dengan sejarah perkembangan peradaban manusia secara keseluruhan.
7. Mengembangkan pemahaman tentang proses perubahan sehingga pemahaman para siswa tentang proses perubahan yang terjadi dewasa ini semakin dalam, dan penghargaan terhadap aspirasi untuk melakukan perubahan guna menciptakan ketertiban sosial tertanam.
8. Mengembangkan kesadaran tentang pentingnya kerja pemeliharaan monumen-monumen sejarah dan berpatisipasi aktif di dalamnya.

Nilai Pembelajaran Sejarah
Mempelajari sejarah bukan sekedar hapalan atau hanya sekedar cerita tentang suatu peristiwa besar yang kemudian kita lupakan dan tanpa memperoleh pemahaman sedikitpun. Peristiwa sejarah pasti mengandung nilai. Nilai pembelajaran sejarah apa yang kita peroleh dapat kita pergunakan pendapat Kochhar di bawah ini:
1. Nilai Keilmuan, sejarah memberikan pelatihan mental yang sangat bagus.
2. Nilai Informatif, sejarah merupakan pusat informasi yang lengkap dan meyediakan panduan untuk menemukan jalan keluar dari semua masalah yanng dihadapi manusia.
3. Nilai Pendidikan, salah satu alasan terbaik untuk mengajarkan sejarah kepada anak-anak adalah nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya.
4. Nilai Etika, sejarah dianggap sebagai bagian yang sangat penting dalam kurikulum sekolah, terutama dalam hal pembelajaran moralitas.
5. Nilai Budaya, sejarah dapat menjadi instrumen yang sangat efektif untuk membuat pikiran manusia lebih berbudaya.
6. Nilai Politik, sejarah juga membantu perpolitikan di negeri kita.
7. Nilai Nasionalisme, sebagai instrumen penggugah rasa cinta tanah air dalam pikiran anak-anak.
8. Nilai Internasional, sejarah sangat berharga bagi pengembangan akar internasionalisme yang rasional.
9. Nilai Kerja, sejarah memiliki nilai kerja. Berbagai pekerjaan terbuka bagi mereka yang menjadi sejarawan berkualitas.
10.Nilai Kependidikan, sejarah tidak hanya membantu para siswa dari berbagai umur dan kemampuan untuk menemukan posisi mereka di masa sekarang dengan cara menciptakan “hubungan yang menentramkan” dengan masa lampau, tetapi juga secara tidak langsung mengandung filsafat tentang asal-usul yang bermakna di masa lalu dan tujuan yang bermakna di masa depan, yang menjadi alasan bagi kerja keras manusia di masa sekarang.

Penyeleksian Materi Pelajaran Untuk Tingkatan yang Berbeda Berbagai Teori Telah Dikembangkan Untuk menyeleksi Materi Pelajaran.
1. Teori Zaman Kebudayaan dari Stanley Hall : menurut teori ini, perkembangan mental setiap individu merupakan kesimpulan dari perkembangan mental umat manusia.
2. Pendekatan Biografis : secara umum diyakini bahwa sejarah berisi kajian tentang orang-orang besar dan kehebatannya.
Beberapa penolakan terhadap teori sejarah orang-orang besar adalah :
(i) Tidak demokratis.
(ii) Sejarah orang besar tidak mewakili zamannya.
(iii) Mereka tidak mewakili baragam kehidupan masyarakatnya.
3. Teori Psikologis, teori ini memiliki sasaran pada seleksi materi yang mampu memenuhi kebutuhan anak sesuai dengan tingkat perkembangan mentalnya.

Metode-Metode untuk Mengorganisasi Materi Pelajaran Sejarah
1. Metode kronologi, menurut metode ini seluruh pelajaran sejarah dibagi menjadi tahap-tahap penting yang disebut periode dan harus diajarkan sesuai urutan waktu.
2. Metode Konsentris, menurut metode ini sejarah suatu negara secara keseluruhan diajarkan dalam bentuk lingkaran yang melebar, dengan detail yang semakin banyak untuk setiap tahap atau pokok bahasan.
3. Metode Topik, dalam metode ini seluruh silabus terdiri dari topik-topik pembelajaran tertentu yang cocok dengan umur, kamampuan dan minat anak.
4. Metode Regresi, dalam metode ini, kita mulai dari masa sekarang dan berjalan ke masa lampau.
5. Garis Perkembangan, sekarang kita melihat perkembangan yang sangat hebat pada masalah kedalaman dan kekayaan materi pelajaran sejarah.
6. Metode Serpihan, metode serpihan atau berkosentrasi pada beberapa topik dimaksudkan untuk menjelaskan masa lampau dan membuatnya seterang mungkin bagi anak.

 
Rangkuman

Kata sejarah   dalam bahasa Inggrisnya adalah history yang awalnya berasal  istoria dari bahasa Yunani Kata historia oleh ilmuwan dari Iona bernama Hecatheus digunakan untuk merujuk pada penelitian tentang gejala alam. Dalam perkembangan berikutnya kata Latin, scientie yang artinya sama dengan historia sering digunakan untuk menyebutkan penelitian tentang gejala alam, sedangkan historio cenderung digunakan untuk kajian rekonstruksi kronologis tentang aktivitas manusia dalam ruang  dan waktu..
Sejarah dikatagorikan sebagai ilmu-ilmu manusia ( human studies) dan dapat juga dikatakan sebagai seni. Hakekat sejarah pada dasarnya membincangkan perkembangan, kesinambungan, pengulangan dan perubahan. Ilmu berkembang sangat tergantung metodeloginya. Dalam metodelogi sejarah dianjurkan untuk meminjan konsep dan teori dari ilmu sosial. Menurut Kuntowijoyo sejarah berguna secara ekstrinsik dan intrinsik. Nilai dalam pembelajaran sejarah menurut Kochharl terdapat nilai keilmuan, informatif, pendidikan, etika,nilai budaya, nilai, nasional dan nilai internasional.

About these ads

10 Komentar so far
Tinggalkan komentar

HISTORY TEACHES US THAT PEOPLE HAVE NEVER LEARNT ANYTHING FROM HISTORY

“Hegel”

Komentar oleh helmi hakim

pepek

Komentar oleh fadel

gimana sejarah itu tadak banyak mengetahuinya sekarang ini /tdk yang mempelajarinya.

Komentar oleh chairus samimik

menarik, cuma mana daftar pustakanya???!!!!!!

Komentar oleh hery udo

mana daftar pustakanya???

Komentar oleh hery udo

bagus

Komentar oleh dion

Hi there fantastic blog! Does running a blog similar to this require a large amount of work?
I’ve absolutely no expertise in programming however I was hoping to start my own blog in the near future. Anyway, if you have any recommendations or tips for new blog owners please share. I understand this is off topic nevertheless I simply wanted to ask. Cheers!

Komentar oleh click here

I think this blog , “SEJARAH HAKEKAT DAN RUANG LINGKUP Jangan
Berhenti Belajar”, extremely pleasurable and it ended up
being a fantastic read. Regards,Kandi

Komentar oleh http://google.com

Good blog you’ve got here.. It’s hard to find excellent
writing like yours nowadays. I honestly appreciate individuals
like you! Take care!!

Komentar oleh supplements for weight loss

Understand that you will put dimethylamylamine hcl on will be fat and water.
Although many weight lifte With” normal” proportions,
however, those long legs under him.

Komentar oleh creatine reviews




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: